Inovasi Spirit Mandiri, Kadis PUPR Ternate Ajak Warga Atur Tata Ruang Kota

Kadis PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, saat mengelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII

Kotapost – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII yang digelar di BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Pelatihan ini bertujuan mengembangkan kompetensi kepemimpinan strategis pejabat tinggi pratama agar mampu memimpin secara efektif dan adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.

Dalam program tersebut, Rus’an mengusung project change berjudul “Strategi Akselerasi Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang yang Bersinergi” dengan akronim SPIRIT MANDIRI.

“SPIRIT MANDIRI memiliki makna kekuatan batin dan semangat jiwa yang mendorong seseorang bertindak dengan tekad dan tanggung jawab. Mandiri berarti kemampuan mengambil keputusan tanpa bergantung pada orang lain,” jelas Rus’an, Selasa, (7/8/2025).

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan proyek perubahan ini terdapat sejumlah tahapan, dimulai dari pembentukan tim internal dan eksternal.

“Tim eksternal sudah kami bentuk setelah sebelumnya membentuk tim internal. Selanjutnya dilakukan diskusi untuk menyusun strategi akselerasi peran masyarakat dalam penataan ruang yang bersinergi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi proyek, Dinas PUPR akan melaksanakan desiminasi atau sosialisasi di tiga kecamatan, yakni Ternate Selatan, Ternate Tengah, dan Ternate Utara.

Masing-masing kecamatan akan menjadi lokus percontohan, dengan Kelurahan Ngade, Maliaro, dan Tubo sebagai wilayah uji coba pelaksanaan.

“Meski ada lokus utama, kami tetap akan mengundang seluruh kelurahan sesuai dengan timeline yang telah disusun,” tambah Rus’an.

Menurutnya, isu ini diangkat karena pemanfaatan ruang yang berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada instansi teknis, tetapi harus melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Rohnya dari project change ini adalah bagaimana masyarakat berperan aktif dalam pengendalian ruang di wilayahnya masing-masing. Karena penataan ruang tidak akan efektif tanpa kolaborasi dari tingkat bawah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup