Asprov PSSI Malut Gelar Kongres Biasa 2025, Tegaskan Tata Kelola Organisasi

Sekjen PSSI Malut, Aldhy Ali saat memimpin kongres biasa. (Tim)

Kotapost – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara menggelar Kongres Biasa (Ordinary Congress) Tahun 2025 sebagai forum pengambilan keputusan organisasi dan evaluasi pelaksanaan program kerja.

Kegiatan kongres tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Aldhy, dan dibuka secara resmi oleh Ketua Asprov PSSI Maluku Utara, Edi Langkara.

Kongres yang dihadiri perwakilan anggota PSSI kabupaten/kota se-Maluku Utara ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Statuta PSSI dan menjadi agenda rutin tahunan organisasi yang berlangsung Batik Hotel, Sabtu, (13/2025).

Ketua Asprov PSSI Maluku Utara, Edi Langkara, menegaskan, Kongres Biasa merupakan forum tertinggi dalam struktur organisasi Asprov untuk memastikan tata kelola sepakbola daerah berjalan sesuai regulasi.

“Kongres ini menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, serta penetapan kebijakan strategis organisasi demi kemajuan sepakbola Maluku Utara,” ujar Edi

Menurut dia, salam kongres tersebut, Asprov PSSI Maluku Utara menyampaikan laporan organisasi, pembahasan keanggotaan, serta menerima berbagai masukan dari anggota PSSI kabupaten/kota.

Salah satu keputusan penting yang ditetapkan adalah pengesahan Asosiasi Sepakbola Perempuan Maluku Utara sebagai anggota Asprov PSSI Maluku Utara setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai statuta.

Selain itu, kongres juga menetapkan pencabutan status keanggotaan terhadap sejumlah klub yang dinilai tidak lagi aktif mengikuti agenda resmi PSSI. Keputusan tersebut diambil secara aklamasi oleh peserta kongres sebagai bagian dari penegakan aturan organisasi.

“Forum kongres ini juga turut membahas aspek teknis penyelenggaraan kompetisi, termasuk penugasan perangkat pertandingan seperti wasit, tenaga medis, serta pengamanan pertandingan yang harus dilaksanakan sesuai rekomendasi resmi PSSI,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Maluku Utara, Aldhy Ali, menjelaskan, melalui Kongres Biasa 2025 ini, jumlah anggota Asprov PSSI Maluku Utara mengalami perubahan seiring dengan dinamika organisasi.

Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan kongres bersifat mengikat dan menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan roda organisasi ke depan.

Ia menegaskan, Ketua Asprov PSSI Maluku Utara menekankan pentingnya peran aktif PSSI kabupaten/kota dalam menyelenggarakan kompetisi di daerah masing-masing sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan sepakbola.

“Kepatuhan terhadap statuta dan keaktifan dalam kompetisi merupakan tanggung jawab bersama demi kemajuan sepakbola Maluku Utara,” pungkas Aldhy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup