Usai Relokasi, Pedagang Daun Pandan di Ternate Keluhkan Fasilitas
Kotapost – Pedagang daun pandan yang berjualan di bagian barat Pasar Sabi-sabi, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, kini terlihat lebih tertata usai direlokasi oleh dinas terkait mengikuti instruksi Wali Kota Ternate beberapa pekan lalu.
Pantauan kotapost di lokasi, para pedagang tampak duduk berjejer memanjang dari sisi selatan hingga utara Pasar Sabi-sabi sambil menunggu pembeli yang datang berbelanja.
Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku, seiring berjalannya waktu, para pembeli mulai mengetahui lokasi baru penjualan daun pandan.
Menurutnya, pendapatan harian perlahan mulai pulih meski belum dirasakan merata oleh seluruh pedagang.
“Berjalannya waktu alhamdulillah pendapatan hampir sama dengan tempat sebelumnya. Namun, diharapkan ke depan lebih banyak pembeli yang datang supaya rezeki semua pedagang bisa terbagi merata,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Meski demikian, ia mengeluhkan minimnya fasilitas penunjang di lokasi relokasi. Menurutnya, para pedagang harus menyediakan sendiri perlengkapan seperti payung untuk melindungi dagangan dari panas matahari maupun hujan.
“Payung ini milik kami sendiri yang kami bawa dari lokasi penjualan sebelumnya di depan Pasar Higienis,” katanya.
Pedagang tersebut juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Ternate yang membebaskan iuran selama tiga bulan sebagai bentuk dukungan terhadap proses penyesuaian pendapatan para pedagang pascarelokasi.
“Untuk pembayaran pajak tempat dan leo sampai sekarang belum dikenakan. Entah kebijakan ini masih berlaku beberapa bulan ke depan atau tidak, nanti kita lihat,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain yang juga enggan disebutkan namanya. Ia menilai penempatan lokasi jualan belum memperhatikan aspek pemerataan pembeli, sehingga hanya sebagian pedagang yang dagangannya laris.
“Barang dagangan kami sering tidak terjual habis sampai menumpuk dua atau tiga hari. Tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami tetap harus berjualan lagi keesokan harinya, padahal barang yang dijual juga tidak banyak,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Nursidah Dj. Mahmud, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, meski pesan yang dikirim telah berstatus terbaca.
Penulis: Baska


Tinggalkan Balasan