Harga Bapok di Gamalama, Ternate, Fluktuasi, Gula Pasir Melonjak Naik

Gula Pasir. Ist

Kotapost – Harga bahan pokok (bapok) di sejumlah toko di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, mengalami fluktuasi sejak Juli hingga Oktober 2026. Salah satun yang mengalami kenaikan harga adalah gula pasir, sementara harga beras relatif stabil.

Berdasarkan pantauan kotapost di lapangan, kenaikan harga gula pasir dikeluhkan sejumlah pelanggan karena berdampak pada pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pedagang di Toko Akbarmur, Ima, mengatakan harga gula pasir mengalami kenaikan sejak Juli 2026 dan hingga kini belum menunjukkan penurunan.

“Harga gula pasir sebelumnya berkisar Rp900 ribu hingga Rp920 ribu per karung. Namun, sekarang naik menjadi Rp950 ribu per karung. Kondisi itu membuat pelanggan sering mengeluhkan kenaikan harga gula,” ujar Ima kepada Kotapost, Senin (26/10/2026).

Menurut Ima, kenaikan harga sejumlah bahan pokok dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya tingginya biaya pengiriman dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang berdampak pada distribusi barang ke Maluku Utara.

“Naiknya harga gula pasir dan beras itu dipengaruhi kelangkaan BBM jenis solar sekaligus mahalnya ongkos kirim dari Surabaya dan Sulawesi ke Maluku Utara,” jelasnya.

Sementara itu, harga beras di tokonya masih bervariasi berdasarkan jenis dan kualitas. Beras spesial dijual Rp430 ribu per kemasan 25 kilogram. Adapun beras medium jenis Durian dijual Rp390 ribu dan beras jenis Padi Bugis Rp395 ribu per 25 kilogram.

“Kalau beras spesial sebesar Rp430 ribu per 25 kilogram, sementara beras medium jenis Durian Rp390 ribu dan beras jenis Padi Bugis Rp395 ribu per 25 kilogram,” katanya.

Pedagang lainnya di Toko Ravki, Adi, juga menyebutkan harga gula pasir kualitas premium merek Kebon Tebu Mas (KTM) mencapai Rp950 ribu per karung.

Menurutnya, gula pasir dengan kualitas lebih rendah dijual sekitar Rp890 ribu per karung. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi kualitas produk yang dijual.

“Harga itu untuk barang dengan kualitas yang tidak terlalu bagus dibandingkan gula pasir yang mencapai Rp950 ribu per karung,” ucap Adi.

Untuk komoditas beras, Adi menyebut beras spesial kualitas premium dijual Rp445 ribu per kemasan 25 kilogram. Sementara itu, beras medium dijual sekitar Rp385 ribu per 25 kilogram.

“Beras 25 kilogram yang paling murah itu beras medium, berkisar Rp385 ribu. Sementara yang paling mahal mencapai Rp445 ribu untuk jenis spesial kualitas premium,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini