HIMA Arsitektur Unkhair Gelar PKA Ke-X di Pulau Makian, Angkat Budaya Lokal
Kotapost – Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMA) Fakultas Teknik Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menggelar Pekan Kreativitas Arsitektur (PKA) Ke-X di Desa Matantengin, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (12/1/2026).
Kegiatan dengan tema Merawat Generasi dari Akselerasi Budaya di Era Modern ini menjadi agenda tahunan HIMA Arsitektur Unkhair periode 2025–2026 yang berfokus pada pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
PKA Ke-X dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa arsitektur untuk memahami dinamika sosial dan budaya masyarakat kepulauan di Maluku Utara.
Ketua HIMA Arsitektur Fakultas Teknik Unkhair, Wahyudi Ismit, mengatakan, PKA menjadi sarana pembelajaran langsung agar mahasiswa mampu merespons perkembangan modern tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
“Mahasiswa arsitektur harus mampu merespons modernisasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai budaya lokal,” ujar Wahyudi.
Ia menjelaskan, Desa Matantengin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih memiliki kekuatan kearifan lokal yang sejalan dengan tema yang diangkat.
Ketua Panitia PKA Ke-X, Rido Salim, menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan disusun dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan.
“PKA tidak hanya menjadi agenda kampus, tetapi juga ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Dimas Yunus, menegaskan bahwa pihak panitia telah berkoordinasi dengan pemerintah desa serta tokoh masyarakat guna memastikan kelancaran kegiatan.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Matantengin,” ujar Dimas.
Ia berharap, melalui pelaksanaan PKA Ke-X, HIMA Arsitektur Unkhair dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian budaya di tengah percepatan modernisasi.
“Ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang peka terhadap nilai lokal dan kebutuhan masyarakat ” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan