Abrasi Ancam Permukiman Warga Rua, Desak Pemkot Ternate Segera Bangun Breakwater
Kotapost – Warga RT 08, Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, mengeluhkan belum meratanya pembangunan infrastruktur di wilayah mereka, terutama terkait penanganan abrasi pantai yang semakin mengancam permukiman warga.
Keluhan tersebut muncul karena air laut saat pasang kerap merambat hingga ke rumah warga. Kondisi itu membuat masyarakat mendesak pemerintah segera membangun breakwater atau pemecah ombak sebagai langkah perlindungan pesisir.
Bakri, salah satu warga setempat, mengatakan saat air laut pasang, genangan kerap mencapai area permukiman dan menimbulkan kekhawatiran bagi warga.
“Kalau air pasang pada malam hari, warga sering tidak bisa tidur karena memikirkan kondisi rumah yang terancam air laut,” ujar Bakir saat ditemui, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, pemerintah sebelumnya sempat melakukan langkah antisipasi dengan membangun penahan ombak sementara berupa karung berisi pasir dan batu yang ditempatkan di pesisir pantai. Namun, upaya tersebut dinilai tidak bertahan lama.
“Di kepemimpinan Wali Kota Haji Bur melalui Balai Kota pernah dibuat karung berisi pasir dan batu sebagai penahan ombak sementara. Tapi sekarang sudah rusak kembali,” keluhnya.
Sementara itu, Ketua RT 08 Kelurahan Rua, Irwan, mengungkapkan bahwa persoalan abrasi telah dirasakan warga sejak tahun 2005. Ia menilai hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah.
Menurut Irwan, abrasi yang terjadi diduga dipicu oleh aktivitas penimbunan secara masif yang dilakukan di wilayah pesisir Kota Ternate sehingga berdampak pada lingkungan sekitar.
“Setiap tahun saat musim ombak warga selalu mengalami dampak yang sama. Namun hingga kini belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Ternate untuk menjawab keluhan warga,” katanya.
Irwan berharap Pemerintah Kota Ternate maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera mengambil langkah cepat dengan membangun breakwater permanen agar masyarakat tidak lagi dihantui ancaman abrasi saat musim ombak tiba.
“Kami berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera membangun breakwater agar warga merasa aman dan tidak khawatir lagi saat musim ombak,” pungkasnya.
Penulis: Baska


Tinggalkan Balasan