SPPG Yayasan Bhakti Garuda Persada Ternate Bantah Buka Lowongan Relawan
Kotapost – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bhakti Garuda Persada di Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, memastikan belum membuka lowongan pekerjaan untuk relawan bagian pencucian ompreng.
Masyarakat diminta mewaspadai informasi rekrutmen palsu yang beredar melalui media sosial.
Kepala SPPG Yayasan Bhakti Garuda Persada, Dzarfan Ammari, mengatakan informasi lowongan yang beredar di Facebook tersebut tidak pernah dikeluarkan secara resmi oleh pihak yayasan, mitra, maupun pengelola dapur.
Ia mengaku terkejut setelah sejumlah warga mendatangi lokasi SPPG untuk memasukkan berkas lamaran sebagai tenaga pencuci ompreng. Padahal, pihaknya belum membuka proses perekrutan.
“Saya kaget, karena beberapa orang datang ke sini untuk memasukkan surat lamaran pekerjaan menjadi pencuci ompreng di SPPG Safira Dua Pohon Pala Takoma. Padahal, kami belum buka lowongan pekerjaan. Jadi ini bentuk penipuan,” ujar Dzarfan, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, kejadian serupa telah berlangsung sejak Kamis (15/10/2026). Saat itu, sekitar 10 warga mendatangi lokasi SPPG dengan membawa dokumen persyaratan untuk mendaftar sebagai calon pekerja.
Awalnya, Dzarfan mengira informasi tersebut berasal dari pihak mitra. Namun, setelah melakukan penelusuran dan berkomunikasi langsung dengan mitra, ia memastikan bahwa informasi rekrutmen tersebut tidak benar.
Ia mengungkapkan, warga yang tertarik melamar diminta membayar Rp80 ribu untuk pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dokumen tersebut diduga dibuat melalui layanan pesan WhatsApp dan belakangan diketahui tidak asli.
“Masyarakat yang mau mendaftar itu persyaratannya harus ada SKCK dan dalam pembuatan SKCK, harus membayar sebesar Rp80 ribu. Itupun, pembuatannya melalui pesan WhatsApp, dan saat ditelusuri di pihak kepolisian, SKCK yang dibuat ternyata palsu atau hanya editan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, apabila SPPG yang dipimpinnya membuka lowongan relawan, proses perekrutan tidak akan disertai pungutan biaya seperti yang diinformasikan dalam unggahan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Dzarfan bersama sejumlah warga yang mengaku menjadi korban telah mendatangi Polres Ternate untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut. Pihak kepolisian disebut telah menerima data terkait kasus itu dan memberikan formulir laporan.
“Tadi saya langsung bawa korban ke Polres Ternate untuk membuat pelaporan terkait dugaan penipuan. Pihak Polres juga sudah terima data dan selanjutnya memberikan formulir laporan atas dugaan tindakan penipuan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi lowongan pekerjaan yang beredar di media sosial tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Warga juga diminta menghubungi petugas SPPG secara langsung apabila menemukan informasi perekrutan yang mencurigakan.
“Saat ada informasi semacam itu, alangkah baiknya warga koordinasi langsung ke pihak SPPG, tanpa melalui media sosial. Karena untuk perekrutan SPPG, biasanya ada jalur komunikasi atau pemberitahuan. Selain itu untuk menghindari tindakan penipuan,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Yayasan Bhakti Garuda Persada, Muhammad Yudi, menjelaskan bahwa terduga pelaku menyebarkan informasi lowongan melalui grup marketplace di Facebook dengan mencantumkan foto dapur SPPG dan keterangan membutuhkan lima tenaga relawan.
Dalam unggahan tersebut, calon pelamar diminta menyiapkan dokumen administrasi berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan SKCK.
Yudi juga menyebut terduga pelaku menggunakan nama Siti dan mengaku sebagai karyawan atau relawan SPPG Yayasan Bhakti Garuda Persada. Namun, berdasarkan penelusuran data internal, nama tersebut tidak terdaftar sebagai relawan yang bekerja di dapur SPPG tersebut.
“Terduga pelaku ini posting di sosial media Facebook grup marketplace dengan mencantumkan foto dapur, penjelasan membutuhkan lima tenaga relawan. Pendaftaran itu dengan persyaratan administrasi KTP dan SKCK,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan