Pemkot Ternate Usulkan Simposium Rempah Internasional pada JKPI 2026
Kotapost – Kota Ternate resmi bersiap menjadi tuan rumah pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026. Sejumlah agenda strategis mulai dimatangkan, termasuk rencana menghadirkan Simposium Pulau-Pulau Penghasil Rempah berskala internasional.
Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Ketua Panitia Pelaksana JKPI 2026, Rizal Marsaoly, menyampaikan, rapat perdana telah dipimpin langsung Wali Kota Ternate, H. M. Tauhid Soleman, secara daring beberapa waktu lalu. Rapat itu melibatkan OPD terkait, pemangku kepentingan, serta pengurus pusat JKPI.
Rizal menegaskan, pihaknya ingin menjadikan pelaksanaan JKPI 2026 di Ternate sebagai momentum strategis untuk memperkuat branding kota.
Salah satu gagasan utamanya adalah menjadikan Ternate sebagai tuan rumah pertama simposium internasional yang menghimpun negara dan daerah penghasil rempah.
“Saya menawarkan Ternate harus berbeda. Bedanya, panitia mau bikin simposium untuk pulau-pulau penghasil rempah. Ada negara penghasil rempah, nanti di momen JKPI Ternate akan buat posium-posium. Waktunya cukup panjang dan momennya sangat tepat,” ujar Rizal beberapa waktu lalu.
Ia menilai konsep ini sangat relevan dengan sejarah jalur rempah dan akan diproyeksikan masuk ke kementerian terkait. Kualitas rempah Ternate, terutama cengkeh, disebut sebagai nilai strategis yang layak dipromosikan.
“Kita bisa kalah kuantitas, tapi kualitas cengkeh Ternate dan rempah tidak ada duanya. Itu yang membuat bangsa-bangsa Eropa datang ke sini. Ini value yang harus dimaksimalkan,” katanya.
Menurut dia, JKPI 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sehingga pemerintah daerah memiliki waktu persiapan relatif panjang.
“Jadi, pemkot Ternate akan menggelar dua kali zoom meeting setiap bulan guna mematangkan seluruh agenda,” ujarnya.
Rizal juga mengingatkan bahwa Ternate pernah menjadi tuan rumah JKPI pada periode sebelumnya. Pengalaman pelaksanaan lalu akan dikolaborasikan dengan kondisi saat ini untuk menghasilkan penyelenggaraan yang lebih baik.
“Ini kesempatan untuk Kota Ternate. Kalau pakai aturannya, Ternate butuh waktu lama untuk kembali menjadi tuan rumah. Jadi kita harus benar-benar siap,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan