DPRD Ternate Dorong Kolaborasi OPD Percepat Layanan Air Bersih

Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng. (Baska)

Kotapost – Komisi II DPRD Kota Ternate meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale terus mengoptimalkan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Selain peningkatan layanan, DPRD juga mendorong adanya kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mempercepat penyelesaian persoalan air bersih di Kota Ternate.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S. Teng, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perumda Ake Gaale yang membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, Selasa (28/7/2026).

Farijal mengatakan, terdapat sejumlah program strategis yang perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Menurutnya, Perumda Ake Gaale harus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung agar keluhan warga dapat segera teratasi.

“Artinya, kita perlu mengintegrasikan program lintas OPD pada tahun 2027 untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Misalnya, jika ada kelurahan yang membutuhkan sumur bor guna memperluas layanan air bersih, maka OPD terkait harus bersinergi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemerintah Kota Ternate belum memberikan penyertaan modal kepada Perumda Ake Gaale. Karena itu, Komisi II DPRD mendorong integrasi program antar-OPD sebagai langkah untuk mendukung percepatan peningkatan layanan.

“Karena Perumda Ake Gaale belum mendapat penyertaan modal dari pemerintah daerah, maka kami berupaya mengintegrasikan program lintas OPD agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat ditingkatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Firman Mudhafar Sjah, mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan perluasan jaringan layanan air bersih di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.

Menurut Firman, dalam dua hari terakhir Perumda Ake Gaale telah melakukan penggalian untuk pembangunan jaringan sumur bor baru di Lingkungan Facei, Kelurahan Sangaji Utara, dan Kelurahan Moya.

“Memang masih ada sebagian masyarakat yang belum terlayani air bersih. Karena itu, kami sedang melakukan penggalian untuk pembangunan jaringan sumur bor baru di Lingkungan Facei, Kelurahan Sangaji Utara, serta Kelurahan Moya,” katanya.

Firman menambahkan, peningkatan pelayanan distribusi air bersih membutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Wilayah Sungai (BWS).

Ia juga mengungkapkan, dalam satu bulan terakhir Perumda Ake Gaale menerima sekitar 200 pengaduan pelanggan dari berbagai kelurahan terkait layanan air bersih. Untuk keluhan yang dapat ditangani secara langsung, pihaknya menargetkan penyelesaian dalam waktu dua hingga tiga hari.

“Kalau keluhan yang bisa ditangani langsung oleh Perumda, kami upayakan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup