Distribusi Air Terganggu, Warga Tanah Tinggi Barat Geruduk Kantor Perumda Ake Gaale

Warga Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate mendatangi Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale. (Baska)

Kotapost – Warga RT 03 dan Rt 04 Lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mendatangi Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale, Senin (3/8/2026), untuk menyampaikan keluhan terkait terganggunya layanan distribusi air bersih.

Warga mengaku sudah sekitar tiga hari tidak menerima pasokan air bersih. Kondisi tersebut membuat mereka terpaksa membeli air tangki dengan harga mencapai Rp 90 ribu per tangki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua RW 02 Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Fahrudin Upara, mengatakan kedatangan warga bertujuan meminta Perumda Ake Gaale segera mengatasi persoalan distribusi air yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.

“Torang di Lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, sudah kurang lebih tiga hari belum menikmati layanan air bersih. Untuk bertahan hidup, kami terpaksa membeli air tangki dengan harga Rp 90 ribu,” ujar Fahrudin.

Menurutnya, satu tangki air hanya mampu memenuhi kebutuhan warga selama satu hingga dua hari, tergantung jumlah anggota keluarga dan tingkat pemakaian.

“Air yang dibeli itu biasanya hanya bertahan satu hari, paling lama dua hari. Itu juga tergantung jumlah anggota keluarga yang menggunakannya,” jelasnya.

Fahrudin menegaskan, apabila keluhan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, warga akan kembali mendatangi Kantor Perumda Ake Gaale untuk meminta kepastian mengenai pelayanan air bersih.

“Kalau hari ini, mulai siang sampai malam, keluhan kami belum ditindaklanjuti, besok kami bersama warga akan datang lagi untuk menuntut kepastian pelayanan air bersih,” tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian Distribusi dan Perlengkapan Perumda Ake Gaale, Ali M. Nur, mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah agar pasokan air ke wilayah terdampak dapat kembali normal.

“Kami akan mencari solusi agar warga yang menyampaikan keluhan bisa segera terlayani hari ini. Salah satunya dengan menghentikan sementara distribusi ke wilayah yang sebelumnya sudah mendapat giliran,” katanya.

Ali menjelaskan, distribusi air bersih saat ini dilakukan secara bergilir sehingga beberapa wilayah harus menunggu jadwal pelayanan. Selain itu, proses distribusi juga terkendala akibat kerusakan pompa yang berfungsi mendorong aliran air ke permukiman warga.

Menurutnya, saat Lingkungan Jerbus memasuki jadwal distribusi, pompa mengalami gangguan sehingga suplai air tidak dapat berjalan optimal.

Ia juga menambahkan, proses distribusi diperparah dengan adanya pemadaman listrik yang dilakukan PLN pada Sabtu dan Minggu lalu.

“Perumda menerima pemberitahuan dari PLN terkait pemadaman listrik pada Sabtu dan Minggu. Kondisi itu turut memengaruhi proses distribusi air bersih ke permukiman warga,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup