Musim Kemarau 2026, Damkar Ternate Catat 84 Kasus Kebakaran
Kotapost – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate mencatat sebanyak 84 kasus kebakaran terjadi sepanjang Juni hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala Damkar Kota Ternate, Naim Safar, mengatakan dari 84 kasus yang ditangani, sebanyak 79 kejadian terjadi di kawasan hutan, sedangkan lima kasus lainnya terjadi di kawasan permukiman warga.
“Berdasarkan data yang kami peroleh, kejadian kebakaran di Kota Ternate tercatat sebanyak 84. Dari total jumlah itu berkisar 85 persen terjadi di kawasan hutan, sementara sisanya terjadi di area permukiman warga,” ujar Naim kepada Kotapost, Kamis (17/9/2026).
Naim menyebutkan Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Barat menjadi wilayah yang paling rentan terjadi kebakaran. Di Ternate Utara, kebakaran paling banyak terjadi di Kelurahan Tubo, Sango, dan Tarau. Sementara di Ternate Barat meliputi Kelurahan Tobololo, Sulamadaha, Takome, dan Loto.
“Untuk Ternate Tengah, Ternate Selatan, Kecamatan Hiri, Kecamatan Moti, dan Pulau Batang Dua, kasus kebakaran terbilang relatif rendah,” jelasnya.
Untuk mencegah meluasnya kebakaran, Damkar Kota Ternate bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri, TNI, serta masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyediakan tempat penampungan air di sejumlah kelurahan yang rawan kebakaran.
“BPBD membangun tiga penampungan air di Kelurahan Kulaba, Tobololo, dan Loto. Setelah itu, kami telah mendistribusikan air. Selain itu, saat terjadi kebakaran, warga juga turut membantu melakukan pemadaman,” katanya.
Meski telah tersedia penampungan air, Naim mengakui proses pemadaman, khususnya di kawasan hutan, masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi medan yang terjal serta keterbatasan peralatan menjadi tantangan bagi petugas dan tim gabungan.
“Kalau terjadi kebakaran di kawasan hutan, kami sangat kesulitan saat melakukan pemadaman, karena diperhadapkan dengan kondisi medan yang terjal. Selain itu kekurangan peralatan juga memengaruhi proses pemadaman,” ungkapnya.
Memasuki musim kemarau, Naim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik di kawasan permukiman maupun hutan.
“Saya sebagai Kepala Damkar mengimbau kepada masyarakat Kota Ternate untuk sama-sama melakukan pengawasan di lingkungan permukiman maupun kawasan hutan agar tidak terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan