Anggaran Dipangkas, Revitalisasi Museum AR Wallace Ternate Tetap Berjalan

Kepala Pengelola Museum AR Wallace, Rinto Taib. (Baskara)

Kotapost – Pengelola Museum Alfred Russel (AR) Wallace Kota Ternate mulai mempersiapkan proses revitalisasi museum yang direncanakan dimulai pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Revitalisasi tersebut dinilai penting untuk melestarikan warisan keanekaragaman hayati serta sejarah perjalanan riset Alfred Russel Wallace saat menjelajahi wilayah Maluku Utara, khususnya Ternate dan Halmahera.

Kepala Pengelola Museum AR Wallace, Rinto Taib, mengatakan bantuan revitalisasi dari Kementerian Kebudayaan RI merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya dan peninggalan sejarah.

Menurutnya, proyek tersebut kini memasuki tahapan pelelangan. Pihak pengelola pun menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026.

“Sementara Museum Wallace telah dikosongkan untuk mempersiapkan kesiapan awal pembangunan revitalisasi yang rencananya dimulai pada pertengahan atau akhir Oktober 2026,” ujar Rinto, Kamis (8/10/2026).

Ia menjelaskan, revitalisasi mencakup penataan ruang pameran, rehabilitasi infrastruktur, serta pembenahan fasilitas pendukung. Pengelola juga berencana menghadirkan teknologi digital untuk memperkuat pengalaman pengunjung saat mempelajari sejarah museum.

“Kami akan melakukan penataan museum mencakup ruang pameran di bagian dalam museum, perbaikan fasilitas digital seperti immersive virtual heritage, serta fasilitas toilet yang inklusif bagi penyandang disabilitas di luar area benteng,” ungkapnya.

Meski demikian, Rinto mengakui alokasi anggaran revitalisasi mengalami penurunan signifikan dibandingkan rencana awal. Anggaran yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp22 miliar kini disebut berkurang menjadi sekitar Rp1 miliar hingga Rp4 miliar.

Ia mengatakan, pengurangan tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan efisiensi atau pemangkasan anggaran. Namun, pihak pengelola belum memperoleh informasi pasti mengenai besaran anggaran final yang dialokasikan untuk proyek tersebut.

Kendati anggaran berkurang, kata dia, pengelola memastikan revitalisasi tetap diupayakan berjalan sebagai bagian dari pelestarian aset budaya di Kota Ternate. Besaran anggaran final akan menjadi salah satu faktor yang menentukan cakupan pekerjaan yang dapat direalisasikan.

“Selain bantuan revitalisasi, Museum AR Wallace juga menerima dukungan sarana dan prasarana dari Direktorat Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI senilai Rp200 juta,” katanya.

“Bantuan tersebut berupa lemari dan sejumlah perlengkapan penunjang lainnya untuk mendukung kebutuhan pengelolaan museum,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini