Dinkes Ternate: Perokok Aktif Usia Muda Naik Jadi 6,1 Persen 2026
Kotapost – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate mencatat persentase perokok aktif berusia 10 hingga 21 tahun mencapai 6,1 persen pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sebesar empat persen.
Dari hasil pendataan tersebut, sebanyak tiga persen anak berusia 10 hingga 18 tahun diketahui telah menjadi perokok aktif. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko kesehatan serta dampak kebiasaan merokok terhadap konsentrasi dan minat belajar generasi muda.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, mengatakan temuan itu diperoleh melalui deteksi dini atau skrining terhadap anak usia 10 hingga 18 tahun yang dilakukan oleh seluruh puskesmas di Kota Ternate.
“Temuan kami di lapangan menunjukkan sebanyak 3 persen anak usia 10 sampai 18 tahun yang telah mengonsumsi rokok. Bahkan, ada yang mulai merokok di usia 13 tahun. Data ini kami peroleh melalui penjaringan di sekolah yang dilakukan seluruh puskesmas di Kota Ternate,” ujar Fathiyah, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, kelompok usia produktif 25 hingga 54 tahun merupakan kelompok yang relatif aktif merokok. Setelah itu, kelompok usia 15 hingga 24 tahun juga menjadi bagian dari kelompok perokok yang perlu mendapat perhatian.
Fathiyah menjelaskan, meningkatnya kebiasaan merokok pada anak dan remaja turut dipengaruhi lingkungan pergaulan. Berdasarkan hasil skrining, banyak anak mengaku mulai merokok karena mengikuti ajakan teman.
“Berdasarkan hasil skrining yang kami lakukan, jawaban terbanyak yang mereka sampaikan adalah mengikuti ajakan dari teman, sehingga mereka dapat merokok,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kebiasaan merokok sejak usia dini dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Paparan nikotin dan zat berbahaya dalam rokok berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk masalah pernapasan, serta memengaruhi perkembangan anak dan remaja.
Selain memicu ketergantungan, kebiasaan merokok juga berisiko mengganggu perkembangan otak remaja, termasuk konsentrasi dan minat belajar. Perokok yang mulai merokok sejak dini juga berisiko mempertahankan kebiasaan tersebut hingga dewasa.
“Selain itu, perokok berusia dini berisiko dua sampai empat kali lebih tinggi menjadi perokok berat seumur hidup. Hal itu akan berdampak pada mengidap penyakit tidak menular, seperti jantung, stroke, kanker, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di usia muda. Mengonsumsi rokok secara aktif juga berisiko bagi kesehatan keluarga,” katanya.
Untuk menekan angka perokok aktif, khususnya di kalangan anak dan remaja, Dinkes Kota Ternate menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate.
Dinkes juga menyediakan layanan upaya berhenti merokok (UBM) di seluruh puskesmas di Kota Ternate. Layanan tersebut mencakup bimbingan dan konseling untuk membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok.
“Selain itu, kami juga membentuk tujuh tatanan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan masyarakat, mulai dari sekolah, tempat anak bermain, tempat kerja, tempat umum, tempat ibadah, angkutan umum, dan penyediaan fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan