Warga Lelilef Protes Dampak Industri, Desak IWIP Penuhi Sejumlah Tuntutan

Warga Desa Lelilef menggelar aksi demonstrasi di kawasan IWIP. (Ist)

Kotapost – Sejumlah warga yang tergabung dalam Front Fagawene Lelilef menggelar aksi demonstrasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (20/10/2026).

Mereka menuntut penyelesaian persoalan krisis air bersih, kerusakan lingkungan, pencemaran udara, hingga tekanan ekonomi masyarakat.

Koordinator Lapangan Aksi, Oktaviana Takuling, menegaskan persoalan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan warga harus segera ditangani oleh perusahaan maupun pemerintah daerah.

“Kami hidup berdampingan dengan perusahaan raksasa, tapi kami sangat miskin air bersih. Air adalah hak hidup. Jangan biarkan masyarakat menunggu berbulan-bulan. Kerjakan sekarang, jangan hanya sekadar mengumbar janji,” tegas Oktaviana dalam orasinya.

Selain persoalan air bersih, massa menyoroti pencemaran udara yang mereka kaitkan dengan aktivitas industri dan tingginya mobilitas kendaraan perusahaan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Oktaviana juga menyebut warga mulai mengalami kerusakan pada bagian atap rumah. Menurut dia, warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas industri ekstraktif di kawasan itu.

“Atap seng rumah kami telah bolong dan rapuh, jalan kami juga berdebu. Debu dan kerusakan sudah kami rasakan sejak beroperasinya perusahaan. Ganti rugi sekarang, jangan ditunda lagi. PT IWIP harus berikan sekarang,” jelasnya.

Untuk mengurangi debu di jalan, pihaknya mendesak perusahaan melakukan penyiraman secara rutin sebanyak tiga kali sehari.

Massa aksi turut menyoroti tekanan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha lokal, khususnya pemilik indekos. Oktaviana mengatakan tingkat hunian kos milik warga mengalami penurunan yang mereka kaitkan dengan kebijakan perusahaan yang memusatkan tempat tinggal karyawan atau buruh di satu lokasi.

“Kebijakan itu telah membuat rumah kost masyarakat menjadi sepi. Akibatnya, ekonomi masyarakat mati. Padahal, warga membangun kosan itu dengan berutang. Harapan mereka ketika bangunan itu jadi, dapat membayar utang. Karena itu, pemerintah harus duduk bersama, agar mencari solusi, guna ekonomi masyarakat tidak terdampak,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) masih dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini