Minim Perhatian Dispar Ternate, Pengelola Wisata Danau Tolire Keluhkan Sepi Pengunjung

Pariwisata Danau Tolire Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate. (Baskara)

Kotapost – Pengelola pariwisata Danau Tolire di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, mengeluhkan minimnya perhatian Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Ternate terhadap perawatan dan perbaikan fasilitas di kawasan wisata tersebut.

Kondisi fasilitas yang dinilai kurang terawat disebut berdampak pada menurunnya minat kunjungan wisatawan, baik dari Kota Ternate maupun luar Maluku Utara.

Berdasarkan pantauan Kotapost di lokasi pada Jumat (23/10/2026), hanya sekitar lima wisatawan yang terlihat mengunjungi kawasan wisata Danau Tolire. Mereka terdiri atas dua laki-laki dan tiga perempuan.

Salah satu pengelola sekaligus warga setempat, Ansar, mengatakan kawasan wisata tersebut sebelumnya dikelola oleh masyarakat Kelurahan Takome. Namun, sejak 2015, Dinas Pariwisata Kota Ternate turut mengambil peran dalam pengelolaannya.

Menurut Ansar, kunjungan wisatawan sempat meningkat setelah Dispar terlibat dalam pengelolaan. Pendapatan dari pungutan karcis pada Sabtu dan Minggu bahkan disebut mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta.

“Sejak sebelum itu, kami melakukan tagihan karcis pada hari Sabtu dan Minggu, pendapatan yang diperoleh mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta. Namun, sekarang karena telah sepi, pendapatan dari hasil karcis pada dua hari itu hanya mencapai Rp1 juta, itu pun dipaksakan,” katanya.

Ansar mengungkapkan, di tengah menurunnya kunjungan wisatawan, pihak pengelola tetap dibebani target pendapatan sebesar 50 persen. Menurutnya, target tersebut tidak sebanding dengan kondisi fasilitas pariwisata yang membutuhkan perbaikan.

Ia menilai Dispar Kota Ternate perlu memberikan perhatian terhadap fasilitas yang tersedia sekaligus menghadirkan konsep baru untuk meningkatkan daya tarik Danau Tolire.

“Kami sering marah, karena mereka memberikan target yang besar, sementara kondisi fasilitas pariwisata tidak dilakukan perbaikan. Padahal, ketika fasilitas diperbaiki, dapat menarik minat wisatawan, sehingga pendapatan bisa meningkat drastis,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemungutan karcis bagi pengunjung dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Sementara pada Jumat, pihak pengelola tidak melakukan pemungutan.

Menurut Ansar, tarif yang dikenakan berbeda berdasarkan jenis kendaraan dan pengunjung. Kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp3.000, sedangkan mobil Rp10.000. Adapun pengunjung perorangan dikenakan biaya masuk Rp2.000, ditambah asuransi Rp500.

“Untuk tarif motor itu Rp3 ribu, kalau mobil Rp10 ribu. Sementara wisatawan perorangan yang ingin masuk dikenakan biaya sebesar Rp2 ribu, ditambah dengan asuransi sebesar Rp500 rupiah,” jelasnya.

Di sisi lain, Ansar mengungkapkan bahwa Dispar Kota Ternate bersama Pemerintah Kelurahan Takome telah menyepakati perawatan fasilitas umum berupa satu bangunan masjid dan tiga musala di kelurahan tersebut.

Menurutnya, kesepakatan itu merupakan bentuk pemenuhan hak masyarakat setempat karena telah memberikan izin kepada pemerintah daerah untuk mengelola kawasan wisata tersebut.

“Artinya, pendapatan harus ditingkatkan, agar pembayaran tagihan listrik dan air bersih di satu unit masjid dan tiga musala Kelurahan Takome tidak mendapat gangguan, karena warga sangat butuh air saat mau melakukan sholat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kotapost masih berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Rustam Pandjab Mahli, terkait keluhan pengelola tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini