Jaga Sumber Air, Perumda Ternate Tanam 40 Bibit Sagu di Ake Gaale

Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah saat melakukan penanaman pohon sagu di kawasan Ake Gaale dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. (Baskara)

Kotapost – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate melakukan aksi ekohidrologi melalui penanaman 40 bibit pohon sagu di kawasan sumber air Ake Gaale, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Sumber Kehidupan, Melestarikan Warisan Sejarah” itu dirangkaikan dengan pengukuhan Duta Sahabat Air Masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik dalam menjaga sumber air bersih di Kota Ternate.

Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan penanaman sagu bertujuan menjaga kelestarian sumber air bersih, khususnya di kawasan Ake Gaale. Upaya tersebut dinilai penting agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan dan distribusi air bersih hingga generasi mendatang.

Menurut Firman, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, untuk menjaga sumber air bersih. Aksi ini dilaksanakan oleh Komunitas Sahabat Air Masyarakat yang dibentuk Perumda Ake Gaale.

“Agenda hari ini merupakan aksi ekohidrologi yang dilakukan Komunitas Sahabat Air Masyarakat yang telah dibentuk oleh kami. Kami lakukan penanaman sebanyak 40 bibit sagu. Diharapkan ke depan penanaman ini dapat menjaga sumber air bersih,” ujar Firman.

Foto bersama pihak Perumda Ake Gaale, pemerintah kecamatan, kelurahan, siswa SMP Negeri Empat, dan mahasiswa Unkhair Ternate. (Baskara)

Ia menjelaskan, pelibatan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga sumber air bersih.

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan siswa SMP Negeri 4 Kota Ternate, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Khairun (Unkhair), sejumlah camat, lurah, serta masyarakat. Perwakilan kelurahan yang hadir antara lain dari Akehuda, Tubo, Kastela, dan Rua.

Firman mengatakan, edukasi mengenai pelestarian sumber air juga menyasar anak-anak agar kesadaran menjaga lingkungan dapat dibangun sejak dini.

“Sahabat air tidak hanya orang dewasa, tapi sasarannya juga anak-anak. Ke depan Sahabat Air Masyarakat akan berupaya menjangkau setiap sekolah, supaya anak-anak ini sejak usia dini telah diedukasi agar bijak dalam penggunaan sekaligus menjaga sumber air bersih,” jelasnya.

Selain edukasi, pengukuhan Duta Sahabat Air Masyarakat akan terus dilakukan untuk memperluas jaringan di setiap kecamatan. Para duta diharapkan menjadi mitra Perumda dalam memantau serta menyampaikan keluhan masyarakat terkait layanan dan distribusi air bersih.

Firman mengungkapkan, Perumda Ake Gaale telah mengukuhkan lima Duta Sahabat Air Masyarakat yang mewakili Kecamatan Ternate Tengah, Ternate Selatan, Ternate Utara, Ternate Barat, dan Pulau Ternate.

“Selanjutnya kami menargetkan untuk mengukuhkan Duta Sahabat Air Masyarakat lagi di wilayah Kecamatan Hiri, Kecamatan Moti, dan Kecamatan Pulau Batang Dua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengapresiasi terobosan yang dilakukan Perumda Ake Gaale dalam menjaga kelestarian sumber air bersih.

Menurut Thamrin, program ekohidrologi tersebut penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, terutama karena Kota Ternate merupakan wilayah kepulauan dengan keterbatasan ruang dan sumber daya air.

“Artinya Kota Ternate ini pulau yang kecil. Tentu menjaga kestabilan ekosistem dan sumber air merupakan hal yang penting. Karena itu, atas nama Pemkot Ternate melalui Bappelitbangda, kami memberikan dukungan penuh, baik dari aspek anggaran maupun perencanaan,” ujar Thamrin.

Ia menambahkan, pelibatan berbagai pemangku kepentingan, terutama masyarakat, merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program lingkungan.

“Mereka telah melibatkan seluruh elemen stakeholder, baik itu pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW, komunitas, masyarakat, dan siswa. Tentu setiap langkah sinergi yang diciptakan tidak seharusnya berdiri sendiri, melainkan berjalan beriringan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini