Tunggakan Pelanggan Rp13 Miliar, Perumda Ake Gaale Ternate Tetap Jaga Pelayanan

Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah. (Baskara)

Kotapost – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale Kota Ternate mencatat tunggakan pembayaran pelanggan sejak 2000-an hingga 2026 mencapai lebih dari Rp13 miliar.

Dari total tunggakan tersebut, sekitar Rp12,1 miliar berasal dari pelanggan masyarakat. Sementara tunggakan dari instansi pemerintah mencapai Rp900 juta.

Direktur Utama Perumda Ake Gaale Kota Ternate, Firman Mudaffar Sjah, mengatakan angka tersebut berdasarkan penelusuran arsip dan data perusahaan yang menunjukkan masih banyak tagihan pelanggan belum dilunasi.

Menurut Firman, sebagian besar tunggakan berasal dari pelanggan yang diperkirakan sudah meninggalkan Kota Ternate atau berpindah domisili. Akibatnya, penagihan terhadap sejumlah pelanggan menjadi terkendala.

“Sebagian masyarakat telah pindah kependudukan, sehingga membuat tunggakan mereka menjadi tertumpuk. Sebagian lagi telah diputuskan pelayanan dan distribusi air bersih karena belum melakukan pembayaran,” ujar Firman, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, Perumda masih memberikan toleransi kepada pelanggan yang menunggak selama satu hingga tiga bulan agar dapat menyelesaikan pembayaran secara bertahap.

Meski demikian, tunggakan yang mencapai lebih dari Rp13 miliar tersebut berpotensi mengganggu kondisi keuangan perusahaan. Dana yang belum tertagih itu seharusnya dapat dimanfaatkan untuk perawatan sumber air, pengembangan jaringan, serta peningkatan pelayanan dan distribusi air bersih.

“Tunggakan sebesar Rp13 miliar ini tentu mengganggu keuangan kami karena dana tersebut jika berhasil ditagih, dapat dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan dan distribusi air bersih. Tapi, saat ini kami tetap melakukan perawatan dengan memanfaatkan anggaran operasional cadangan perusahaan,” katanya.

Kendati menghadapi persoalan tunggakan, Firman menegaskan Perumda Ake Gaale tetap berupaya menjaga pelayanan dan distribusi air bersih kepada masyarakat. Perawatan jaringan dan operasional perusahaan tetap dilakukan dengan memanfaatkan anggaran cadangan yang tersedia.

Untuk menekan jumlah tunggakan, pihaknya terus melakukan penagihan melalui pemberitahuan dan penyuratan secara berkala kepada pelanggan maupun instansi pemerintah yang memiliki kewajiban pembayaran.

Selain itu, Perumda menerapkan penghentian sementara distribusi air bagi pelanggan yang belum melunasi tagihan. Sambungan akan dibuka kembali setelah pelanggan menyelesaikan kewajibannya.

“Selain melakukan pemberitahuan setiap bulan kepada masyarakat maupun instansi pemerintah, kami juga memberhentikan distribusi air sementara hingga pelanggan membayar kembali sebelum sambungan jaringan dibuka kembali,” tegasnya.

Firman menyebut kelalaian dan kelupaan membayar tagihan menjadi salah satu penyebab menumpuknya tunggakan. Selain itu, konflik sosial yang terjadi pada 2000-an turut memengaruhi pembayaran pelanggan karena sebagian warga meninggalkan Kota Ternate.

“Sebagian warga pada saat konflik tahun 2000-an telah pergi meninggalkan Kota Ternate, sehingga tunggakan mereka tidak terselesaikan. Selain itu, warga juga sering lalai dan lupa membayar tagihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini