Kisah Masni dan Perjuangan Sunyi Merawat Budaya Membaca di Ternate

Penjaga Toko Buku Rumah Ilmu, Masni Ahmad. (Baskara)

Kotapost – Di balik deretan rak yang dipenuhi buku di Toko Buku Rumah Ilmu, Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Masni Ahmad (45) tampak sibuk melayani pembeli. Sesekali ia membuka buku catatan, membantu pelanggan mencari judul yang dibutuhkan, lalu kembali tersenyum menyambut pengunjung.

Bagi Masni, menjual buku bukan sekadar mencari nafkah. Di tengah menurunnya minat baca masyarakat, ia memilih tetap bertahan demi menjaga denyut literasi di Maluku Utara.

Perempuan kelahiran Ternate itu adalah ibu dari dua anak. Sebelum mengelola toko buku, Masni berprofesi sebagai guru di SD Negeri 69 Kota Ternate setelah menyelesaikan pendidikan Strata Satu di Universitas Khairun pada 2004.

Perjalanan hidupnya berubah pada 2015 ketika sang adik, Mahdi Ahmad, yang saat itu menempuh pendidikan doktoral di Solo, Jawa Tengah, menggagas pendirian toko buku di Ternate. Mahdi melihat budaya membaca di Solo berkembang pesat, sementara minat baca di kampung halamannya terus menurun.

Gagasan itu kemudian diwujudkan melalui pendirian Toko Buku Rumah Ilmu, dengan Masni dipercaya mengelolanya.

“Toko buku ini sebenarnya milik adik saya yang berprofesi sebagai dosen. Sudah sekitar sepuluh tahun berdiri. Tantangannya memang tidak mudah, tetapi kami bertekad ikut meningkatkan minat baca mahasiswa dan generasi muda di Maluku Utara dengan menyediakan buku-buku berkualitas dengan harga yang terjangkau,” ujar Masni kepada Kotapost, Senin (27/7/2026).

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang hingga membuka cabang di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, melalui Toko Buku Alkindi. Namun, bertambahnya cabang tidak serta-merta meningkatkan jumlah pembeli.

Menurut Masni, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu penyebab menurunnya penjualan.

“Sebagian koleksi buku sudah kami pindahkan ke Toko Buku Alkindi di Fitu. Tetapi sekarang pembeli semakin berkurang, mungkin karena mahasiswa dan siswa lebih banyak membeli buku secara online,” katanya.

Meski demikian, ia masih sering melayani pelanggan dari luar Kota Ternate, terutama mahasiswa asal Patani, Halmahera Tengah, dan Kabupaten Kepulauan Sula yang sedang menempuh pendidikan di Ternate.

Dari Buku Menghidupi Keluarga

Masni mengenang, pada masa-masa awal berdiri, toko buku tersebut mampu memberikan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Toko Buku Rumah Ilmu di Kelurahan Kulaba. (Baskara)

Pendapatan bulanan saat itu berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta. Dari hasil penjualan buku, ia dapat membiayai pendidikan kedua anaknya, memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga menopang ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, waktu itu hasil penjualan buku bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Tetapi sejak pandemi Covid-19 pada 2020, pendapatan menurun drastis dan sampai sekarang belum kembali seperti dulu,” ungkapnya.

Menjaga Asa Literasi

Di tengah lesunya penjualan, Masni tetap yakin bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi kemajuan generasi muda. Karena itu, ia berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait lebih aktif mendorong budaya membaca melalui berbagai program yang berkelanjutan.

Menurutnya, sosialisasi mengenai pentingnya membaca harus dilakukan secara konsisten, disertai penyediaan bahan bacaan yang berkualitas dan mudah diakses.

“Saya berharap pemerintah dan pihak yang memiliki kewenangan lebih intens mengajak generasi muda untuk gemar membaca. Dengan begitu, mahasiswa maupun siswa memiliki kesadaran bahwa membaca itu penting,” ujarnya.

Sebagai mantan guru, Masni mengaku merasakan langsung perubahan kebiasaan anak-anak dan mahasiswa. Ia melihat waktu mereka kini lebih banyak dihabiskan untuk bermain gawai dibandingkan membaca buku.

“Sekarang mahasiswa sudah jarang datang ke toko buku. Minat baca siswa juga menurun. Karena itu, perlu ada upaya bersama untuk menumbuhkan kembali budaya membaca di kalangan generasi muda,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup