Rakernas JKPI XII di Ternate, Sejarah Jalur Rempah Kembali Digaungkan

Pembukaan kegiatan JKPI 2026. Ist

Kotapost – Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, secara resmi membuka rangkaian Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya, dan Festival Gastronomi dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 di Benteng Oranje, Ternate, Rabu, (26/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rakernas XII JKPI yang berlangsung di Kota Ternate pada 26–29 Agustus 2026. Agenda ini tidak hanya mengangkat sejarah maritim dan kejayaan jalur rempah Nusantara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas antardaerah.

Dalam sambutannya, Tauhid menyampaikan empati dan keprihatinan keluarga besar JKPI terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.

Bencana tersebut menyebabkan sejumlah delegasi dari berbagai daerah membatalkan kehadiran untuk mendampingi masyarakat yang terdampak di daerah masing-masing.

“Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama,” ungkap Tauhid.

Menurutnya, esensi JKPI tidak semata-mata berbicara mengenai kota pusaka, sejarah, dan kebudayaan, tetapi juga menyangkut nilai persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas antardaerah.

“JKPI bukan hanya tentang kota pusaka, sejarah, dan kebudayaan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian, dan solidaritas antardaerah,” ujarnya.

Tauhid kemudian mengajak seluruh peserta Rakernas XII JKPI untuk bersama-sama mendoakan serta memberikan dukungan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

Di hadapan para delegasi, ia juga kembali menggaungkan semangat persatuan Maluku Kie Raha, “Marimoi Ngone Futuru”, yang berarti bersatu kita teguh.

Ia menjelaskan, Ternate bersama Tidore, Bacan, dan Jailolo merupakan wilayah kepulauan yang secara historis dikenal sebagai penghasil pala dan cengkeh sekaligus bagian dari kawasan yang dikenal sebagai Negeri Para Raja.

Ternate, kata Tauhid, memiliki posisi penting dalam sejarah perdagangan dunia sebagai salah satu titik strategis jalur rempah. Nilai ekonomi cengkeh dan pala pada masa lalu bahkan menarik berbagai kekuatan dunia untuk datang ke Nusantara.

Mulai dari Romawi, Tiongkok, Arab, Persia, Portugis, Spanyol, Inggris hingga kongsi dagang VOC Belanda, berbagai kekuatan tersebut datang mengarungi samudra untuk menguasai perdagangan rempah.

Melalui Rakernas XII JKPI, Tauhid berharap sejarah tersebut tidak berhenti menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat dihidupkan kembali untuk menempatkan kota-kota pusaka sebagai aktor aktif dalam diplomasi global.

Dalam sambutannya, ia juga menyoroti tantangan pembangunan perkotaan modern. Menurutnya, diperlukan reformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Tauhid memperkenalkan konsep tata kelola pemerintahan yang “ekstraktif dan responsif” sebagai antitesis terhadap model kolonial yang bersifat opresif.

Dalam konteks tersebut, istilah ekstraktif dimaknai secara positif sebagai kemampuan pemerintah daerah menggali dan mengelola potensi lokal secara bijaksana, adil, dan setara untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan identitas budaya lokal, nilai-nilai luhur, serta kearifan lokal sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan perkotaan.

Melalui city branding “Ternate Kota Rempah”, Pemerintah Kota Ternate mendorong sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat untuk mengangkat kembali sejarah serta identitas Ternate ke tingkat global.

Di akhir sambutannya, Tauhid berharap Rakernas XII JKPI tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian cagar budaya dan keberlangsungan kebudayaan di seluruh daerah anggota JKPI.

“Semoga Rakernas ini benar-benar memberikan dampak positif dan menjadi lokomotif yang menggerakkan agenda pemajuan kebudayaan di setiap daerah kita masing-masing,” pungkasnya.

Rakernas XII JKPI Tahun 2026 di Kota Ternate berlangsung pada 26 hingga 29 Agustus 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda kebudayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup