Literasi dan Numerasi Ternate Masih Merah, Disdik Siapkan Program Berbasis Data
Kotapost – Capaian literasi dan numerasi anak di Kota Ternate masih berada pada kategori merah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate mencatat indikator tersebut masih berada di bawah angka 50 persen dan menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ridwan Ali, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara bertahap melalui program yang disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
“Kami akan berupaya memprioritaskan alokasi anggaran dan program benar-benar tersalurkan tepat sasaran. Hal itu kami buat untuk menekan indikator-indikator yang masih merah, seperti literasi, numerasi, dan Angka Partisipasi Sekolah (APS),” ujar Ridwan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Ridwan, capaian literasi, numerasi, dan APS saat ini masih berada di bawah 50 persen. Karena itu, Disdik Kota Ternate menargetkan indikator tersebut dapat meningkat hingga berada di atas 50 persen pada 2027.
Meski masih berada pada kategori merah, Ridwan menyebut terdapat peningkatan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut, kata dia, tetap membutuhkan proses dan intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Minat literasi anak yang berusia 7 hingga 18 tahun di Kota Ternate pada 2026 masih berkategori merah dan perlu ditingkatkan. Namun, proses perbaikan juga membutuhkan proses bertahap. Tapi, jika dibandingkan 2025 dengan saat ini mengalami peningkatan,” katanya.
Untuk mendorong peningkatan literasi dan numerasi, Disdik Ternate akan menerapkan strategi berbasis data dengan menyesuaikan program dan anggaran terhadap kebutuhan setiap sekolah.
“Kami juga akan menyusun rencana kerja dan penganggaran yang akan didistribusikan di setiap sekolah berdasarkan pada rekomendasi Rapor Pendidikan. Hal itu kami rencanakan, agar alokasi program maupun anggaran tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, Disdik meminta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) terus berkoordinasi dan mendampingi satuan pendidikan dalam menyusun rencana kerja berbasis data.
Ridwan menambahkan, 2026 akan digunakan untuk melakukan persiapan, penyusunan target, dan pendampingan awal. Sementara pelaksanaan program dan penganggaran secara penuh ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
“Pada 2026, kami akan membuat persiapan, menyusun target, dan pendampingan awal. Sementara 2027 pelaksanaan program dan anggaran sesuai Perencanaan Berbasis Data (PBD) di seluruh satuan pendidikan untuk mendongkrak indikator rapor pendidikan ke zona hijau,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan