Himapta Edukasi Pelajar Haltim Lewat Nobar Film Lingkungan

Himapta gelar sosialisasi dan nobar Pesta Babi di SMA Taman Siswa Kabupaten Halmahera. (Ist)

Kotapost – Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Tabanalou (Himapta) menggelar kegiatan sosialisasi dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di SMA Taman Siswa, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (18/6/2026).

Ketua Umum Himapta, Mudasir Udin, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh ekspansi industri ekstraktif.

Menurut Mudasir, pembabatan hutan yang terjadi di Halmahera Timur tidak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga berdampak pada ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat.

“Perusakan hutan berdampak pada ruang pencaharian masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kemampuan keluarga dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka,” ujar Mudasir.

Ia menjelaskan, kawasan hutan di Tabanalou menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam target ekspansi korporasi. Karena itu, diperlukan upaya untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Generasi muda di Tabanalou harus benar-benar sadar dan mengambil peran dalam menjaga stabilitas ekosistem lingkungan hidup dari ancaman ekspansi industri ekstraktif agar masyarakat tidak semakin terdampak,” jelasnya.

Selain membahas isu lingkungan, Himapta juga menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal melalui sektor pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga dan mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya.

“Dalam sosialisasi ini kami juga mengaitkan pentingnya menjaga kebudayaan masyarakat melalui pendidikan agar nilai-nilai lokal tetap terpelihara,” katanya.

Mudasir mengaku para siswa menunjukkan antusiasme dan respons yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, pemutaran film dan diskusi yang dilakukan mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran pelajar.

“Alhamdulillah, pemutaran film dan sosialisasi mengenai kerusakan hutan, termasuk yang terjadi di daratan Papua, mampu meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya menjaga kelestarian ekologi dan lingkungan hidup di Halmahera Timur,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup