Bulog Ternate Pastikan Stok Pangan Aman Meski Harga BBM Naik

Kepala Cabang Perum Bulog Ternate, Jefry Tanasi. (Baska)

Kotapost – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Ternate memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat tetap aman di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.

Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok pangan yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga empat bulan ke depan.

Menurut Jefry, stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 3.000 ton setelah dilakukan penambahan pasokan sebanyak 1.500 ton. Sementara itu, stok MinyaKita yang tersedia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu hingga dua bulan ke depan.

“Untuk beras kami telah melakukan penambahan pasokan sekitar 1.500 ton sehingga total stok saat ini mencapai lebih dari 3.000 ton. Pasokan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga BBM,” ujar Jefry saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 19 Juni 2026.

Jefry menjelaskan, Bulog mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), sekaligus membantu menjaga inflasi dan kestabilan harga bahan pokok di pasaran.

Selain itu, Bulog juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat guna memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

“Kami memberikan bantuan sosial berupa beras 20 kilogram dan MinyaKita empat liter kepada masyarakat yang berhak menerima,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan maupun harga pangan di Maluku Utara.

“Naiknya harga BBM tidak berpengaruh terhadap distribusi pasokan maupun harga pangan. Beras yang kami salurkan merupakan cadangan pemerintah yang telah mendapat subsidi, sedangkan MinyaKita memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter,” katanya.

Jefry juga mengingatkan seluruh mitra Bulog, baik pedagang di pasar maupun distributor, agar menjual komoditas pangan sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan bersama Satgas Pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Ditreskrimsus Polda Maluku Utara dan Polres Ternate untuk memastikan harga pangan tetap terkendali,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup