WALHI Malut Bentuk Sekolah Lapangan di Gane, Ajak Generasi Muda Jaga Ruang Hidup

WALHI Maluku Utara saat bersama generasi muda Gane. (Ist)

Kotapost – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara menggelar Sosialisasi Sekolah Lapang Transisi Energi Berkeadilan (SLTEB) di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan yang diikuti siswa, mahasiswa, dan pemuda desa tersebut bertujuan membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya transisi energi berkeadilan sekaligus memperkuat peran mereka dalam menjaga ruang hidup masyarakat dari ancaman industri ekstraktif.

Manajer Wilayah Kelola Rakyat (WKR) WALHI Maluku Utara, Irsandi Hidayat, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang sebelumnya dilaksanakan di wilayah Gane.

Menurutnya, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

“Generasi muda Desa Gane Luar harus memiliki kesadaran penuh agar dapat menjadi benteng terakhir untuk mempertahankan ruang hidup masyarakat dari ancaman industri ekstraktif ke depan. Karena itu mereka harus memahami pengelolaan energi yang berkeadilan,” ujar Irsandi.

Ia juga mengingatkan bahwa Gane memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan wilayahnya. Semangat tersebut, kata dia, perlu diwariskan kepada generasi saat ini agar tetap mampu menjaga tanah dan lingkungan dari berbagai ancaman.

Dalam sosialisasi itu, WALHI turut menyoroti posisi geografis Gane yang berada di antara kawasan industri nikel di Weda, Halmahera Tengah, dan Obi, Halmahera Selatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko pencemaran udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Letak geografis wilayah Gane yang berada di tengah kepungan industri nikel dapat memicu meningkatnya ancaman penyakit akibat pencemaran udara,” katanya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Desa Gane Luar, Wania Suin (19), mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami cara mempertahankan ruang hidup dari tekanan industri ekstraktif.

“Kegiatan ini sangat bagus karena meningkatkan kesadaran generasi mengenai cara mempertahankan ruang hidup dari cengkeraman industri ekstraktif,” ujarnya.

Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup