PT Pelindo Resmi Berlakukan Sistem Portal IPAS di Pelabuhan Bastiong Ternate

Kepala Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae. (Baska)

Kotapost – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Ternate resmi memberlakukan sistem Integrated Port Access System (IPAS) atau portal gerbang masuk di Pelabuhan Bastiong, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, sejak Juli 2026.

Kebijakan ini diterapkan bekerja sama dengan PT Easybook sebagai upaya mengatur arus kendaraan dan mengurangi kemacetan di kawasan pelabuhan.

Kepala Pelindo Regional IV Ternate, Anwar Pae, mengatakan penerapan sistem IPAS bertujuan mengendalikan kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di area pelabuhan, terutama pada jam-jam sibuk.

Menurutnya, sebelum sistem diberlakukan, Pelindo telah melakukan sosialisasi selama satu bulan melalui media sosial serta pemasangan spanduk di kawasan pelabuhan agar masyarakat memahami perubahan sistem tersebut.

“Satu bulan sebelum pemberlakuan sistem portal kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial maupun pemasangan spanduk di area pelabuhan, sehingga masyarakat dapat memahami kebijakan ini,” kata Anwar, Selasa (21/7/2026).

Anwar menjelaskan, sebelum penerapan IPAS, tarif masuk pelabuhan untuk sepeda motor sebesar Rp2.000, sedangkan mobil Rp5.000 per kendaraan. Kini tarif disesuaikan berdasarkan jenis kendaraan yang terverifikasi melalui sistem.

Tarif baru yang diberlakukan meliputi pejalan kaki sebesar Rp2.000, sepeda motor Rp5.000, mobil Rp6.000, dan truk Rp8.000. Sementara tarif parkir di area pelabuhan dikenakan Rp1.000 per jam.

Selain penerapan sistem portal dan parkir elektronik, Pelindo juga melakukan peningkatan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan penumpang.

“Kami telah memperbaiki ruang tunggu penumpang serta menyediakan CCTV dan layanan WiFi agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berada di pelabuhan,” ujarnya.

Meski demikian, kebijakan tersebut menuai keluhan dari sebagian pengguna jasa pelabuhan. Salah seorang pengendara sepeda motor, Upit, menilai kenaikan tarif masuk cukup membebani masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah.

“Beberapa hari sebelumnya tarif masuk untuk motor masih Rp2.000, sekarang menjadi Rp5.000. Kondisi ini cukup memberatkan kami,” keluhnya.

Ia juga mengkhawatirkan sistem portal justru berpotensi menimbulkan antrean kendaraan yang lebih panjang, terutama saat musim mudik atau lonjakan penumpang.

Upit berharap Pelindo dapat mengevaluasi kebijakan tersebut dengan meninjau kembali besaran tarif serta memastikan pengelolaan portal berjalan efektif agar tidak menghambat arus kendaraan.

“Kalau bisa tarifnya diturunkan dan sistem portal ini benar-benar diantisipasi agar tidak menyebabkan antrean panjang di pintu masuk pelabuhan,” pungkasnya.

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Populer

Tutup