Tingkat Gemar Membaca di Ternate Menurun, Dispersip Perkuat Program Literasi
Kotapost – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate mencatat Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat, khususnya generasi muda, mengalami penurunan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kota Ternate, Diana Joisangadji, mengatakan TGM pada 2025 mencapai sekitar 62 persen. Namun, pada 2026 angka tersebut turun menjadi 58 persen.
Menurut Diana, penurunan itu dipengaruhi perubahan mekanisme pendataan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Jika pada 2025 survei dilakukan tanpa pembatasan usia, maka pada 2026 hanya ditujukan kepada masyarakat berusia 17 tahun ke atas.
“Penurunan ini dipengaruhi proses penyebaran tautan survei dari Perpusnas yang dikhususkan bagi responden berusia 17 tahun ke atas,” ujar Diana, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, penurunan tersebut juga berdampak pada posisi Kota Ternate dalam peringkat TGM di Provinsi Maluku Utara. Pada 2025, Ternate berada di peringkat dua hingga tiga dari 10 kabupaten/kota. Sementara pada 2026, posisinya turun ke peringkat tujuh.
Meski demikian, Dispersip Kota Ternate terus berupaya meningkatkan budaya literasi melalui berbagai program yang direkomendasikan Perpusnas.
Selama 2026, Dispersip telah melaksanakan enam kegiatan pada tahap pertama. Dalam satu tahun, terdapat sembilan kegiatan yang dibagi dalam dua tahap, yakni enam kegiatan pada tahap pertama dan tiga kegiatan pada tahap kedua.
“Seluruh kegiatan tersebut merupakan program yang direkomendasikan Perpusnas untuk mendorong peningkatan budaya gemar membaca di daerah,” jelasnya.
Selain melaksanakan program literasi, Dispersip juga rutin melakukan monitoring terhadap perpustakaan di tingkat kelurahan serta mengoperasikan layanan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat.
Diana mengakui, hingga saat ini Dispersip belum dapat merancang program tambahan karena adanya pengurangan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD).
“Untuk kegiatan di luar program Perpusnas, saat ini belum dapat direncanakan karena pemerintah daerah sedang mengalami pengurangan alokasi dana TKD,” katanya.
Ia berharap peningkatan minat baca tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua, guru, dan lingkungan sosial.
“Budaya membaca harus dibangun bersama. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mendorong generasi muda memahami pentingnya membaca sejak dini,” pungkasnya.
Penulis: Baska




Tinggalkan Balasan