Cegah Praktik Percaloan, PELNI Ternate Perkuat Digitalisasi Tiket
Kotapost – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Ternate mulai menerapkan digitalisasi pembelian tiket sebagai langkah mencegah praktik percaloan tiket kapal PELNI di kawasan Pelabuhan Ternate.
Kepala Cabang PELNI Ternate, Amin Amrulloh, mengatakan digitalisasi penjualan tiket diberlakukan untuk menekan praktik percaloan sekaligus mempermudah masyarakat dalam mendapatkan tiket kapal secara resmi.
Menurutnya, melalui sistem digital, calon penumpang dapat mengetahui nominal harga tiket dan melakukan pembelian menggunakan telepon genggam melalui sejumlah kanal resmi.
“Kami telah mempersiapkan cara pembelian tiket digitalisasi melalui PELNI Mobile, Livin’ Bank Mandiri, BRImo Bank BRI, myBCA Bank BCA, Alfamart, Indomaret, dan terbaru melalui DANA. Penyediaan layanan itu telah dicantumkan besaran harga tiket,” ujar Amin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan, PELNI juga rutin melakukan monitoring lapangan sebelum keberangkatan kapal untuk memastikan tiket yang dibeli calon penumpang sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan.
“Untuk meminimalisir praktik percaloan tiket, kami rutin melaksanakan pemeriksaan antara kesesuaian tiket dan ID card pada saat manifes boarding atau pengecekan data calon penumpang. Jika ada temuan yang tidak sesuai, maka yang bersangkutan tidak diperbolehkan berangkat,” jelasnya.
Amin mengimbau calon penumpang mengikuti petunjuk resmi PELNI dalam proses pembelian tiket. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.
“PELNI tidak menjual tiket melalui perantara perorangan maupun media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Karena itu, saya harap masyarakat dapat membeli tiket sesuai ketentuan PELNI melalui kanal resmi,” harapnya.
Menurut Amin, penerapan digitalisasi penjualan tiket dilakukan secara bertahap dan dibarengi dengan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar sistem tersebut dapat dipahami dan digunakan secara merata.
Meski demikian, penjualan tiket secara langsung di loket PELNI masih tetap diberlakukan. Kebijakan itu dilakukan karena belum seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah perkampungan, memahami mekanisme pembelian tiket secara daring.
“Penjualan tiket secara offline tetap diberlakukan hingga saat ini karena masyarakat secara keseluruhan belum mengetahui cara membeli tiket secara online. Ke depan, kalau pemahaman masyarakat sudah merata, loket penjualan tiket PELNI akan dijadikan tempat customer service atau layanan pelanggan,” katanya.
Selain itu, Amin menegaskan PELNI akan menindaklanjuti setiap temuan praktik percaloan tiket di wilayah kerjanya dengan berkoordinasi bersama aparat penegak hukum.
“Ke depan kalau kedapatan hal semacam itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak aparat untuk menindaklanjuti temuan tersebut karena hal itu akan merugikan masyarakat,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan