BPBD Ternate Siapkan Tujuh Tandon Hadapi Kemarau Panjang
Kotapost – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate berencana segera membangun tujuh bak penampungan air di sejumlah wilayah yang dinilai rentan terjadi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, Fery Hamdani, mengatakan pembangunan penampungan air tersebut merupakan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Fasilitas itu juga diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk merawat tanaman.
Menurut Fery, pembangunan tandon atau embung air darurat akan diprioritaskan di wilayah yang dinilai rawan dan sering terjadi kebakaran.
“Mengikuti instruksi Wali Kota Ternate, kami berencana akan membuat embung air atau tandon air darurat. Pembangunan penampungan air itu untuk mempermudah pasokan air saat terjadi kebakaran sekaligus membantu penyiraman tanaman warga yang mengering,” ujar Fery usai mengikuti kegiatan JKPI, Kamis (27/8/2026).
Fery menyebutkan, Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Barat merupakan sejumlah wilayah yang kerap terjadi kebakaran. Kebakaran umumnya terjadi di area permukiman warga, perkebunan, hingga kawasan hutan.
Meski demikian, BPBD bersama warga dan sejumlah pihak terkait selama ini berupaya melakukan pemadaman secara mandiri, baik secara manual maupun dengan dukungan operasional yang tersedia.
“Selama bulan Agustus tercatat kebakaran telah terjadi di beberapa tempat, seperti Kelurahan Takome dan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat. Sementara Ternate Utara di Kelurahan Tubo,” katanya.
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut dipicu kondisi musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan. Kondisi diperparah dengan banyaknya vegetasi yang mengering serta meningkatnya kecepatan angin.
Selain itu, Fery menyebut berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026 dengan kondisi El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan.
Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk sampah maupun pembukaan lahan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Fery turut mengingatkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan motoris speedboat, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
“Kami ingatkan kepada nelayan dan motoris speedboat agar selalu memantau informasi cuaca BMKG dan berhati-hati saat beraktivitas di laut karena angin kencang dapat membuat gelombang tinggi yang dapat menimbulkan kecelakaan laut,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan