DPRD Ternate Minta Pemkot Segera Tambah Ambulans Laut

RDP DPRD Ternate bersama Pemerintah Kota Ternate. Ist

Kotapost – DPRD Kota Ternate meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate segera menambah armada ambulans laut untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Moti, Hiri, dan Batang Dua.

Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Ternate bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate, Rabu (2/9/2026).

Wakil Ketua I DPRD Kota Ternate, Amin Subu, mengatakan pemerintah harus merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara cepat, lugas, dan tepat, terutama menyangkut akses pelayanan kesehatan di wilayah terluar.

“Kami minta Pemerintah Kota Ternate meningkatkan layanan kesehatan dan merespons secara cepat atas keluhan masyarakat di wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua,” tegas Amin.

Menurutnya, penambahan armada ambulans laut diperlukan untuk memastikan pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut.

Amin menyebutkan, DPRD bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Bappelitbangda telah menyepakati rencana penambahan armada ambulans laut.

“Melalui RDP, kami telah bersepakat untuk melakukan penambahan armada ambulans laut. Walaupun kapasitas ambulans yang dirancang tidak sebesar sebelumnya, yang terpenting bisa digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rencana tersebut selanjutnya akan dikaji oleh Bappelitbangda Kota Ternate, baik dari sisi kebutuhan maupun kemampuan anggaran. Amin berharap proses pengkajian dapat segera diselesaikan sehingga penambahan armada bisa direalisasikan.

Ia juga mendorong agar setiap puskesmas di wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua memiliki fasilitas transportasi laut untuk menunjang pelayanan kesehatan.

“Kalau nanti di setiap puskesmas di Moti, Batang Dua, dan Hiri telah memiliki fasilitas ambulans laut, maka akan mempermudah proses rujukan kesehatan ke rumah sakit umum saat ada peristiwa yang mempermudah proses rujukan kesehatan ke rumah sakit umum saat ada peristiwa yang membutuhkan penanganan medis,” jelasnya.

Selain penambahan armada, kata Amin, DPRD turut menyoroti ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menunjang operasional ambulans laut.

Menurut Amin, pasokan BBM harus dipastikan tersedia agar armada dapat bergerak sewaktu-waktu ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan darurat.

“Pada prinsipnya ambulans yang akan beroperasi membutuhkan pasokan BBM. Sehingga kalau memang ada pihak lain yang mengelola, harus dipastikan pasokannya tetap ada, agar tidak ada kendala saat operasi ambulans,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, mengatakan pihaknya siap melakukan kajian terkait kebutuhan penambahan armada, baik dari sisi teknis maupun anggaran.

Namun, Thamrin belum dapat memastikan pengadaan ambulans laut tambahan dapat direalisasikan pada 2026. Pasalnya, anggaran Transfer ke Daerah (TKD) mengalami pemangkasan sehingga pemerintah daerah harus melakukan efisiensi.

“Karena ada efisiensi, membuat kami belum bisa menjamin untuk melakukan pengadaan ambulans. Tapi, nanti dilihat kalau anggaran mencukupi, maka kami akan melakukan penambahan ambulans,” ungkapnya.

Selain itu, Bappelitbangda menyarankan agar pengelolaan anggaran operasional ambulans laut yang sebelumnya berada di Dinas Perhubungan dialihkan ke Dinas Kesehatan.

Thamrin menilai pengalihan tersebut dapat mempermudah pergerakan operasional armada ketika masyarakat membutuhkan penanganan medis, termasuk memastikan ketersediaan anggaran BBM.

“Kedua dinas diharapkan tetap melakukan koordinasi yang intens terkait operasional dan fleksibilitas pergerakan armada, mengingat anggaran operasional seperti BBM pada dasarnya harus tetap tersedia,” pungkas Thamrin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup