Peringati Maulid Nabi, Budi Prasetyo Ajak Pegawai BWS Malut Teladani Akhlak Rasulullah

Plt Kepala Budi Prasetyo, S.T.,M.T. Ist

Kotapost – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Serbaguna Aula Gamalama, Ternate, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Kepala BWS Maluku Utara Budi Prasetyo, Al-Mukarram Ustaz Muhammad M. Saleh Sakola, para kepala satker, PPK, pejabat SPM, bendahara, serta jajaran Dharma Wanita Persatuan BWS Maluku Utara.

Ketua Panitia Maulid Nabi, M. Fardan Saleh mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran dan amanah di lingkungan kerja.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi harus menjadi momentum untuk mempelajari dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada hakikatnya, Maulid ini seharusnya tidak hanya kita peringati setahun sekali, tetapi kalau bisa setiap hari, bahkan setiap menit dan setiap detik. Yakni dengan cara bersalawat kepada Nabi, mengenang Nabi dan selalu mempelajari sirah-sirah beliau sehingga bisa mencontoh akhlak dan perilaku beliau,” ujarnya.

Fardan mengatakan, meski pelaksanaan Maulid Nabi BWS Maluku Utara sempat tertunda, kegiatan tersebut tetap dilaksanakan dalam bulan Rabiul Awal.

Menurutnya, yang terpenting bukan semata-mata ketepatan waktu pelaksanaan, melainkan esensi dan hikmah yang dapat diambil dari peringatan tersebut.

“Maulid ini tidak harus tepat waktu, tetapi yang penting adalah esensinya dan hikmah yang bisa kita petik,” katanya.

Fardan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Foto bersama jajaran BWS Maluku Utara. Ist

“Kita berharap seluruh dukungan yang diberikan menjadi amal saleh sekaligus bentuk kecintaan dan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala BWS Maluku Utara Budi Prasetyo mengajak seluruh jajaran dan pegawai menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan refleksi diri dan meneladani akhlak Rasulullah dalam menjalankan tugas.

Ia berharap peringatan tersebut tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, tetapi mampu memberikan nilai dan perubahan dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Saya hanya mengharapkan supaya acara Maulid Nabi ini tidak hanya jadi rutinitas tahunan, tapi kita juga bisa untuk refleksi diri, termasuk juga untuk bisa meneladani akhlak dari Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,” ujarnya.

Menurut Budi, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam lingkungan kerja melalui empat sifat utama, yakni siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh.

Ia berharap nilai-nilai tersebut menjadi pedoman bagi seluruh pegawai BWS Maluku Utara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Semoga kita semua bisa bekerja ini dengan jujur, dengan amanah, dengan fathanah, secara cerdas, maupun kita bisa memberi kebaikan-kebaikan bagi kita semua,” katanya.

Budi juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pegawai yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia mengaku pelaksanaan Maulid Nabi berada di luar ekspektasinya karena dikemas dengan baik.

“Ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir sederhana, Pak, ternyata luar biasa sekali disiapkan sama teman-teman. Sekali lagi terima kasih banyak atas usahanya teman-teman semua,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penampilan selawat yang dibawakan oleh para pegawai BWS Maluku Utara. Menurutnya, penampilan tersebut menunjukkan potensi dan kreativitas yang dimiliki jajaran internal BWS.

“Shalawat tadi ternyata karyawan-karyawan kita semua. Luar biasa. Ternyata kita tidak perlu sewa di luar. Di sini saja sudah pasukannya Pak Fadlan, multifungsi,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz M. Saleh Sakola menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, terdapat banyak nilai kehidupan yang dapat dipetik dari perjalanan Rasulullah SAW.

Sambutan Plt Kepala Budi Prasetyo, S.T.,M.T.

Ia menjelaskan, 12 Rabiul Awal mengingatkan umat Islam pada sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, termasuk kelahiran, perjalanan dakwah, hingga wafatnya Rasulullah SAW.

“Bukan cuma peristiwa lahirnya Baginda Rasulullah SAW, tapi ada empat peristiwa yang diingatkan kita. Lahir, dewasa, lalu memperbaiki nasib, terakhir pasti semua mati,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat menjadi sarana introspeksi dan memperbaiki kepribadian masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan peringatan ini tidak sekadar seremonial, tapi sesungguhnya kita bisa memetik sedikit sehingga kita tergolong orang-orang yang Insyaallah kepribadian kita menunjukkan baik dalam berumah tangga, bertetangga, bermasyarakat, bernegara,” katanya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan sosial maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman utama bagi umat Islam dengan tuntunan yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

“Salawat dan salam atas junjungan kita Nabiullah Muhammad Rasulullah SAW, para sahabat dan keluarga beliau, di mana tuntunan dan bimbingan melalui Kitab Allah, Al-Qur’an,” tuturnya.

Ia menegaskan, Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil alamin.

Karena itu, nilai-nilai Islam diharapkan dapat menghadirkan kesejukan hati serta mengantarkan manusia menuju kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup