Perumda Ake Gaale Tunggu Rp1 Miliar dari Pemkot Ternate untuk Bangun Sumur Bor
Kotapost – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale masih menunggu alokasianggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sebesar Rp1 miliar pada tahun anggaran 2027.
Anggaran tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan unit sumur bor di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Tanah Tinggi Barat, yang akan mendukung distribusi air hingga kawasan Maliaro puncak. Selain itu, pembangunan sumur bor di Kelurahan Tubo juga menjadi salah satu prioritas.
Direktur Utama Perumda Ake Gaale Ternate, Firman Mudaffar Syah, mengatakan Pemkot Ternate melalui Bappelitbangda telah menyepakati rencana alokasi anggaran tersebut.
“Kurang lebih pengucuran anggaran sebesar Rp1 miliar itu kami akan dibangun sumur bor di Kelurahan Tanah Tinggi Barat sekaligus didistribusikan sampai di Kelurahan Maliaro puncak. Semoga dapat membantu warga, kalau telah terealisasi,” ujar Firman, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pembangunan sumur bor di Kelurahan Tubo juga akan diusulkan kepada Pemkot Ternate agar dapat direalisasikan pada 2027. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pelayanan, terutama ke wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan Perumda.
“Selain itu, wilayah yang belum tersentuh Perumda, kami akan tetap berupaya mendorongnya, walaupun di tengah keterbatasan anggaran. Jadi, warga diharapkan bersabar menunggu giliran,” katanya.
Firman menjelaskan, sejumlah rencana pembangunan sumur bor tersebut masuk dalam penganggaran 2027 karena pembahasan pagu anggaran 2026 telah memasuki tahap akhir.
Untuk meningkatkan pelayanan, Perumda Ake Gaale juga rutin berkoordinasi dan bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, PUPR Kota Ternate, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.
“Kami sering menjalin kerjasama dengan Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, PUPR Kota Ternate, dan BWS Maluku Utara agar dapat meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
Firman menambahkan, Perumda Ake Gaale memiliki dua unit mobil tangki sebagai langkah mitigasi ketika terjadi kendala distribusi air kepada pelanggan. Mobil tangki tersebut juga digunakan untuk melayani masyarakat yang belum menjadi pelanggan tetap Perumda.
“Jadi mobil tangki dengan kapasitas 3.000 liter itu kami jual dengan harga berkisar Rp150.000 kepada masyarakat yang bukan pelanggan Perumda. Kalau pelanggan, kami tidak memungut biaya. Kebijakan itu merupakan keputusan direksi dan Perda Kota Ternate Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pendirian Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, produksi air Perumda Ake Gaale dalam satu bulan berkisar 1 juta hingga 1,2 juta meter kubik. Namun, produksi tersebut berpotensi menurun saat memasuki musim kemarau sehingga dapat memengaruhi ketersediaan pasokan air bersih.
Sementara itu, lanjut dia, konsumsi air masyarakat dalam sebulan berada di kisaran 900 ribu hingga 1 juta meter kubik. Karena itu, Firman mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air, terutama selama musim kemarau.
“Saat musim kemarau, dipastikan produksi air juga akan mengalami penurunan. Jadi kami harap, masyarakat lebih bijak dalam penggunaan air, agar selama musim kemarau, pasokan air tetap ada dan mampu mendistribusikan kepada warga,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan