Warga Tanah Tinggi Barat, Ternate, Keluhkan Lambannya Perbaikan Drainase
Kotapost – Warga Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, mengeluhkan terkait perbaikan drainase atau saluran air yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, namun belum diselesaikan.
Berdasarkan pantauan kotapost di lokasi pada Jumat (30/10/2026), menunjukkan proyek itu baru mencapai sekitar 50 persen. Akibatnya, aktivitas warga menjadi terganggu terutama saat melintasi jalan tersebut.
Salah satu warga setempat, Rafli, mengatakan pembangunan proyek itu dimulai pada pekan ketiga September 2026, namun hingga kini proyek tersebut disebut belum terselesaikan.
“Pembongkaran material bangunan dimulai pada pekan ketiga bulan September. Selanjutnya ditinggalkan selam tiga pekan, dengan alasan yang mereka sampaikan menunggu material seperti semen untuk proses pembangunan dimulai,” ujar Rafli.
Ia menjelaskan, akibat mandeknya proyek tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat khususnya pengguna sepeda motor maupun mobil menjadi terganggu saat hendak beraktivitas melintasi jalan tersebut.
Akibat perbaikan belum selesai, kata Rafli, masyarakat yang menempati permukiman tersebut lebih memilih mengikuti jalan dengan jarak tempuh yang jauh demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami punya aktivitas terganggu, karena perbaikan drainase itu belum juga selesai. Akibatnya saat beraktivitas, masyarakat mengikuti jalan yang ada di pekuburan Kelurahan Maliaro. Kami nilai itu sangat jauh,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap proyek perbaikan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Menurutnya, masyarakat dalam beberapa pekan terakhir menjadi resah saat beraktivitas akibat proyek yang dinilai lambat pengerjaannya.
“Kami masyarakat berharap agar perbaikan drainase itu dapat selesai dalam waktu dekat, agar aktivitas masyarakat bisa kembali seperti sebelumnya, tanpa ada kendala saat melintasi jalan itu,” harapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain, Eni. Ia menyebutkan, rencana perbaikan drainase tersebut dinilai penting karena dapat mengurangi risiko banjir terutama saat memasuki musim hujan.
Meski demikian, ia mengaku, perbaikan drainase itu jika tidak dibesarkan mengikuti konsep sebelumnya, maka akan meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat terutama pengguna mobil yang melintas.
“Sebelumnya jalan disitu besar. Tapi, setelah dilakukan pembongkaran dan pembangunannya dimulai, jalan itu menjadi kecil. Kami khawatir dengan jalan yang kecil berpotensi terjadinya kecelakaan khususnya mobil,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan