Pasar Syariah Sasa Sepi, Ridwan Siap Bawa Keluhan Pedagang ke DPRD

Anggota DPRD Kota Ternate, Ridwan AR saat turun reses di Pasar Syariah, Kelurahan Sasa. (Baskara)

Kotapost – Pedagang di Pasar Syariah, Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mengeluhkan kondisi fasilitas pasar yang belum kunjung diperbaiki serta minimnya konsumen yang berbelanja di lokasi tersebut.

Keluhan itu disampaikan pedagang kepada Anggota DPRD Kota Ternate, Ridwan AR, saat menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2026 di lingkungan Pasar Syariah Sasa, Senin (14/9/2026).

Salah satu pedagang, Asmi Abdurahman, berharap Pemerintah Kota Ternate segera memperbaiki kondisi gedung pasar sehingga aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan seperti sebelumnya.

“Harapan saya semoga pemerintah bisa melakukan perbaikan pasar ini, lalu kasih masuk pedagang di sini, biar ramai, supaya torang bisa dapat rezeki, meskipun tidak banyak,” harap Asmi.

Menanggapi keluhan tersebut, Ridwan mengatakan kondisi Pasar Syariah Sasa telah beberapa kali ditinjau. Namun, menurut dia, aspirasi pedagang terkait perbaikan fasilitas hingga kini belum mendapat tindak lanjut yang maksimal.

“Saya sudah sekitar tiga hingga empat kali turun langsung ke Pasar Sasa. Lagi-lagi, aspirasi dan harapan yang disampaikan pedagang adalah terkait fasilitas pasar. Mereka memohon agar pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan serta perbaikan fasilitas,” ujar Ridwan.

Karena itu, Ridwan berkomitmen membawa dan mengawal persoalan tersebut melalui lembaga DPRD Kota Ternate. Ia menilai pembenahan infrastruktur pasar penting dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Saya sudah melakukan kunjungan kesekian kalinya. Namun situasi pasar menunjukkan belum ada perubahan nyata terkait perbaikan fisik dan fasilitas pasar oleh pemerintah kota. Karena itu, kami akan terus mendorong dan mengawal isu ini di ranah parlemen,” tegasnya.

Menurut Ridwan, Pasar Syariah Sasa memiliki potensi ekonomi yang cukup besar karena berada di kawasan yang dikelilingi sejumlah institusi pendidikan, seperti Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

“Pasar Sasa memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, karena keberadaan kampus-kampus ini membawa banyak mahasiswa melakukan perbelanjaan demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” jelasnya.

Selain mendorong perbaikan melalui parlemen, Ridwan meminta pemerintah kelurahan untuk terus membangun komunikasi dengan pemuda, warga Sasa, dan masyarakat di lingkungan sekitar agar aktivitas di pasar tersebut dapat kembali hidup.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate bersama pemerintah kelurahan dan DPRD perlu mencari formulasi baru agar bangunan Pasar Syariah dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.

“Saat ini, aktivitas jual beli justru berada di sepanjang jalan. Sementara fasilitas di dalam pasar tidak dimanfaatkan secara optimal. Peran pemerintah kelurahan sangat penting untuk membangun kolaborasi dan mengkomunikasikan hal ini ke Pemerintah Kota Ternate demi kepentingan warga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup