KM Intim Teratai Kandas di Makian, 246 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Kotapost – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang KM Intim Teratai yang kandas di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Selasa (17/2/2026).
Sebanyak 246 orang dinyatakan selamat dan operasi SAR resmi ditutup.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan sekitar pukul 08.00 WIT, KN SAR 237 Pandudewanata tiba di lokasi kejadian perkara (LKP) dan melaksanakan evakuasi para penumpang yang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri ke darat di Desa Sabale, Pulau Makian.
Selain itu, Kapal Polisi KP Kie Besi dan KP Wibisana yang tiba di lokasi bersama KNP 358 milik KSOP turut membantu proses evakuasi.
Ia mengaktakan, para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Ahmad Yani dan Pelabuhan Perikanan Bastiong, Ternate.
“Sekitar pukul 16.20 WIT, seluruh korban berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dalam keadaan selamat dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” katanya.
Menurut dia, beberapa korban yang mengalami cedera, termasuk patah tulang, langsung dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Berdasarkan data manifes awal, jumlah penumpang dan anak buah kapal (ABK) tercatat sebanyak 149 orang. Namun setelah dilakukan pendataan ulang di lapangan, jumlah korban yang dievakuasi mencapai 246 orang,” jelasnya.
Meski terdapat perbedaan data manifes, kata dia, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Dengan selesainya proses evakuasi dan pendataan, operasi SAR resmi ditutup.
“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih,” pungkasnya.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Ternate, Korem 152/BBL, Lanal Ternate, Polres Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Biddokkes Polda Maluku Utara, BPBD Kota Ternate, KSOP Ternate, KSOP Tidore, Tim Kesehatan Pulau Makian, RAPI Ternate, Dinas Kesehatan Kota Ternate, Camat Pulau Makian, para nelayan Makian, masyarakat setempat, serta keluarga korban.


Tinggalkan Balasan