Ekonomi dan IPM Tumbuh Positif, Pemkot Ternate Fokus Tekan Pengangguran

Paripurna LKPJ 2025 Pemerintah Kota Ternate. (Ist)

Kotapost – Pemerintah Kota Ternate mencatatkan tren pembangunan yang tetap positif sepanjang 2025. Hal itu disampaikan Wali Kota M. Tauhid Soleman saat memaparkan LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Ternate, Selasa (4/3/2026).

Dalam pidatonya, Tauhid menegaskan bahwa fondasi ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di Kota Ternate terus menunjukkan penguatan, meski pemerintah tetap mewaspadai kenaikan angka pengangguran dan kemiskinan.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil

Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sebesar 6,50 persen. Meski lebih rendah dibanding 2024 yang mencapai 8,85 persen, angka tersebut dinilai masih solid dan berada pada jalur ekspansi.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan meningkat menjadi Rp 9,41 triliun dari Rp 8,83 triliun pada tahun sebelumnya.

Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi motor utama dengan pertumbuhan 12,16 persen, disusul jasa keuangan 9,97 persen serta transportasi dan pergudangan 9,57 persen. Struktur ekonomi berbasis jasa dinilai semakin kokoh dan adaptif terhadap dinamika pasar.

“Penguatan sektor swasta dan diversifikasi ekonomi terus kami dorong agar pertumbuhan lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Tauhid.

IPM Tertinggi di Maluku Utara

Capaian menggembirakan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tahun 2025, IPM Kota Ternate mencapai 83,01 poin—tertinggi di Maluku Utara.

Angka harapan hidup mencapai 73,36 tahun, harapan lama sekolah 15,93 tahun, serta rata-rata lama sekolah 12,09 tahun. Pemerintah menilai indikator tersebut menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara konsisten.

Fokus Intervensi Lapangan Kerja

Meski sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, pemerintah tetap memberi perhatian pada kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 6,92 persen serta kenaikan angka kemiskinan menjadi 3,34 persen.

Menurut Wali Kota, peningkatan tersebut lebih dipengaruhi oleh bertambahnya angkatan kerja baru, khususnya lulusan SMA dan perguruan tinggi, yang belum seluruhnya terserap pasar kerja.

“Kami melihat ini sebagai tantangan sekaligus peluang. Dengan kualitas SDM yang terus meningkat, kami optimistis penciptaan lapangan kerja dapat dipercepat melalui program ekonomi produktif,” tegasnya.

Realisasi Keuangan Terkendali

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah terealisasi Rp 926,80 miliar atau 83,12 persen dari target. Belanja daerah mencapai Rp 925,41 miliar atau 83,07 persen, dengan belanja modal mencatat realisasi tertinggi sebesar 85,93 persen.

Pengelolaan anggaran disebut tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Tahun 2025 menjadi tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029 yang memprioritaskan penguatan ekonomi jasa, pelestarian cagar budaya, dan mitigasi kebencanaan.

Dengan fondasi ekonomi yang stabil dan kualitas SDM yang terus meningkat, Pemerintah Kota Ternate optimistis tren positif pembangunan dapat dipertahankan sekaligus mempercepat penurunan pengangguran dan kemiskinan pada tahun-tahun mendatang.

 

Penulis: Baska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup