Lewat Proyek BWS Malut, Desa Duono Raup PAD dari Pengelolaan Material Batu
Kotapost – Pemerintah Desa Duono, Kecamatan Tobaru, Kabupaten Halmahera Barat, memperoleh Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pengelolaan material batu yang berada di wilayah sungai desa setempat. Pengelolaan tersebut dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Duono, Demario Sulo, mengatakan pengambilan material batu sekaligus pengangkatan sedimen sungai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi.
“Pengambilan material batu dan pengangkatan sedimen ini sangat membantu masyarakat. Sedimen yang diangkat juga menjadi bagian dari penanggulangan bencana banjir di Desa Duono,” ujar Demario, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, material batu yang diambil dari wilayah Desa Duono dikelola oleh BUMDes dan menjadi salah satu sumber PAD desa.
“Masuk sebagai PAD melalui BUMDes. BUMDes Duono sendiri baru terbentuk pada tahun 2026, sehingga pengelolaan material yang ada di Kali Duono, termasuk material batu, dilakukan langsung oleh BUMDes,” jelasnya.
Menurut Demario, sebelum dilakukan pengangkatan sedimen, banjir sempat melanda desa pada tahun 2025 dan menyebabkan satu rumah warga terdampak. Namun setelah dilakukan normalisasi sungai dan pengangkatan sedimen, kondisi tersebut mulai berkurang.

“Curah hujan dari Januari 2025 hingga sekarang cukup tinggi dan beberapa kali menyebabkan banjir. Namun sekarang banjir tidak lagi menjadi beban besar bagi masyarakat seperti sebelumnya. Bahkan rumah yang sebelumnya terdampak kini sudah lebih aman,” katanya.
Demario juga membantah isu yang menyebut kegiatan pengambilan material batu tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.
“Sebagai pemerintah desa, saya menegaskan bahwa isu itu hoaks. Apa yang menjadi hak desa sudah dibayarkan oleh pihak perusahaan yang melakukan pengambilan material. Jadi tidak benar jika dikatakan kegiatan ini tidak membantu masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, manfaat yang dirasakan warga tidak hanya dari sisi ekonomi melalui PAD desa, tetapi juga dari berkurangnya risiko banjir akibat pengangkatan sedimen sungai.
“Sedimen yang diangkat membuat aliran sungai lebih lancar sehingga banjir tidak lagi meluap seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Demario menjelaskan, kehadiran Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara di Desa Duono merupakan bagian dari upaya tanggap darurat penanganan banjir. Sebelumnya, BWS juga telah melakukan pengerukan sedimen dan normalisasi sungai.
“Sekarang ada pengambilan material yang menjadi bagian dari potensi desa dan dikelola langsung oleh BUMDes. Ini memberikan manfaat bagi desa sekaligus masyarakat,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan