Tanggap Darurat Banjir Sungai Ibu, Halbar Segera Tuntas, BWS Maluku Utara Kebut Finishing

Kasatker OP SDA BWS Malut, Reynaldo Vernandes Matheus didampingi PPK OP SDA I BWS Maluku Utara, Ruslan Rizal dilokasi. (Ist)

Kotapost – Penanganan tanggap darurat bencana banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, segera rampung. Progres pekerjaan saat ini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Pekerjaan tersebut merupakan tindak lanjut atas bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Ibu pada 6 Januari 2026. Saat itu, curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga hingga mencapai atap bangunan.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) BWS Maluku Utara, Reynaldo Vernandes Matheus, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan bronjong sepanjang 500 meter untuk memperkuat tebing sungai, serta penataan alur sungai sepanjang 1 kilometer guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Bronjong di sungai Ibu, Halmahera Barat. (Ist)

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko banjir dan longsor yang selama ini mengancam masyarakat di sekitar daerah aliran sungai.

“Kami menargetkan pekerjaan ini dapat segera diselesaikan untuk mengurangi risiko banjir dengan meningkatkan kapasitas sungai. Selain itu, dilakukan juga penguatan pada sejumlah titik tebing sungai guna mereduksi risiko longsor,” ujar Reynaldo saat meninjau lokasi pekerjaan, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, saat ini tim di lapangan masih fokus pada tahap penyelesaian akhir (finishing) agar seluruh pekerjaan dapat rampung sesuai target yang telah ditetapkan.

Reynaldo berharap kondisi aliran sungai ke depan menjadi lebih baik dan mampu menampung debit air yang lebih besar saat curah hujan tinggi, sehingga potensi banjir dapat diminimalkan.

“Kami juga berharap infrastruktur pengendalian banjir yang dibangun ini dapat memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi masyarakat di wilayah sekitar,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OP SDA I BWS Maluku Utara, Ruslan Rizal, menyatakan bahwa penanganan tanggap darurat ini dilakukan untuk meminimalkan ancaman daya rusak air susulan pascabencana.

Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan penyedia jasa untuk menambah peralatan, baik alat berat excavator maupun dump truck, guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Saat ini yang beroperasi sekitar enam unit excavator standar dan kurang lebih 10 unit dump truck. Insyaallah pekerjaan tahap finishing akan segera dirampungkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup